Showing posts with label pulau flores. Show all posts
Showing posts with label pulau flores. Show all posts

Wednesday, 12 February 2014

Berwisata Melihat Keelokan Air Terjun Cunca Lega Atau Air Terjun Tengku Lese Flores Nusa Tenggara Timur

backpacker-wisata.blogspot.com

Salah satu  tujuan wisata yang bisa kita masukan dalam daftar tempat yang harus kita kunjungi saat datang ke Pulau Flores Nusa Tenggara Timur adalah air terjun Cunca Lega atau yang sering juga disebut dengan nama air terjun Tengku Lese. Wisata air terjun yang ada dipulau Flores Nusa Tenggara Timur ini merupakan sebuah air terjun yang terdiri dari dua tingkat dimana ketinggianya mencapai 25 meter.

Air terjun ini berada pada wilayah yang dikelilingi oleh daerah yang berupa hutan yang masih hijau dan subur, dari air terjun ini pula kita bisa menyaksikan hamparan sawah yang luas dan hijau milik para penduduk setempat. Air terjun Cunca Lega atau atau yang juga disebut dengan nama air terjun Tengku Lese ini dapat kita capai dengan pendakian yang dimulai dari desa Nanu.

Pejalanan dari desa Nanu untuk sampai ketempat wisata air terjun ini masih harus menempuh jarak tak kurang dari 2,5 km. pada saat diperjalanan kita dapat menikmati panorama dikiri dan kanan jalan yang begitu indah. Jika kita telah sampai pada kaki air terjun Cunca Lega atau Tengku Lese ini kita akan mendengar suara gemuruh air yang jatuh.

Jika kita ingin menuju ke desa Nanu dari Ruteng maka kita bisa memilih rute dengan meliwati Liang Bua yang masih harus menempuh jarak sejauh 15 km. bagi para wisatawan yang hendak pergi ketempat wisata air terjun ini sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sehingga lebih bisa menghemat waktu diperjalanan.

Pada air terjun Cunca Lega atau air terjun Tengku Lese ini sebaiknya anda tidak menceburkan diri dikarenakan tetesan air dari air terjun ini terasa sangat kasar. Jika anda hendak mandi atau berendam maka sebaiknya anda menuju agak kebawah dari air terjun tersebut. Disana anda bisa menemukan kolam alami yang lebih tenang yang sangat cocok apabila digunakan untuk mandi atau berendam.

Tuesday, 11 February 2014

Gua Liang Bua Wisata Arkeologi Dari Pulau Flores

backpacker-wisata.blogspot.com

Gua Liang Bua adalah gua yang ada di wilayah Flores. Gua ini memiliki arti penting dalam arkeologi dunia. Di gua ini pernah ditemukan fosil manusia gua yang sampai sekarang disebut dengan nama Homo Floresiensis. Dari hasil penemuan namusia gua tersebut para ahli arkeologi menyimpulkan bahwa fosil tersebut memiliki tinggi sekitar 100 cm dengan berat hanya sekitar 25 kg. dari penemuan di Gua liang Bua tersebut diperkirakan bahwa manusia gua tersebut pernah hidup mendiami wilayah tersebut pada 13.000 tahun yang silam.

Gua Liang Bua ini tepatnya terletak pada desa yang bernama Liang Bua yang berada pada kecamatan Ruteng kabupaten Manggarai. Menuut para ahli gua ini telah terbuat sejak kurang lebih 190.000 tahun yang lalu. Hal tersebut merupakan simpulan dari hasil pengujian sampel sedimen yang diambil dari Gua Liang Bua. Gua ini merupakan hasil bentukan dari aliran arus sungai yang disertai bebatuan yang menembus bukit dengan memakan proses waktu yang sangat panjang.

Di tahun 2001 pernah diadakan ekskavasi arkeologi di gua liang bua antara Pusat Penelitan Arkeolgi Nasional dengan University Of New England yang ada di Australia. Hasil dari penelitan kedua belah pihak tersebut baru diumumkan pada tahun 2004 yang menyatakan bahwa telah ditemukan kerangka dari manusia cebol atau Hobbit di gua Liang Bua. Mulai saat itulah gua ini menjadi semakin terkenal dikalangan para wisatawan.

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Gua Liang bua dapat mengambil akses dari Kupang menuju kota Ende yang ada di Pulau Flores dengan menggunakan pesawat dengan waktu tempuh kurang lebih satu setengah jam. dari kota Ende selanjutnya para wisatawan masih harus melanjutkan perjalananya menuju kearah kota Ruteng yang bisa ditempuh sekitar 4 jam dengan mengendarai minibus. Dari Ruteng desa Liang Bua hanya berjarak sekitar 13 km. para wisatawan juga tidak perlu terlalu bingung dengan masalah akomodasi karena di wilayah tersebut juga sudah terdapat rumah makan dan losmen untuk menginap.

Sunday, 9 February 2014

Flores Nusa Tenggara Timur, Pulau Dengan Sejuta Pesona Wisata

backpacker-wisata.blogspot.com

Pulau Flores yang ada propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia bagian timur. Pulau yang memiliki panjuang kurang lebih 14.300 Km ini ternyata banyak sekali menyimpan berbagai pesona yang dapat memikat para wisatawan datang berkunjung kesana. Pulau Flores seakan tidak akan pernah ada habisnya untuk dijelajahi.

Pulau Flores bersama dengan pulau lainya yaitu Pulau Fatar dan Pulau Alor merupakan deretan cincin gunung berapi yang ada di Indonesia. Karena itu wilayah yang ada disekitaran deretan pulau tersebut dinyatakan tidak stabil dan sering kali mengalami gempa. Deretan dari gunung berapi yang membentuk huruf V yang ada pada rangkaian pulau Flores dan sekitarnya benar-benar memamerkan kemegahanya yang seolah menanti untuk dijelajahi.

Dimana pada kaki gunung berapai tersebutlah berdiam berbagai suku. Termasuk suku-suku yang mewarisi budaya yang telah turun temurun sejak jaman batu. Mereka tersembunyi didalam belantara hutan yang menunggu kedatangan penjelajah mauapun wisatawan dan akan menyambut setiap pengunjung dengan ramah-tamah. Budaya yang telah ada sejak jaman nenek moyang seaakn terus terjaga dan dijunjung tinggi oleh suku-suku pedalaman yang tinggal dipulau Flores ini.

Salah satu tempat yang mungkin sering kita dengar tentang pulau Flores adalah Labuan Bajo. Labuan Bajo memang memiliki keindahan yang luar biasa, sehingga namanya sudah tidak lagi asing dikalangan para wisatawan yang sering berkunjung ke pulau Flores. Wisatawan yang datang ke Labuan Bajo pada umumnya juga akan mengunjungi pulau Rinca dan Pulau Komodo yang merupakan habitat asli dari kadal raksasa ini.

Disamping sekian banyaknya keunikan dan keindahan yang ada tersebut pulau Flores juga memiliki banyak pantai dengan hamparan pasir putih yang memikat. Bahkan ada pula pantai yang memiliki pasir yang unik dan berbeda dengan pasir pantai pada umumnya, yaitu berwarna pink. Selain keindahan pantainya, keindahan bawah laut yang ada disekitar pulau Flores Nusa Tenggara Timur ini juga menyimpan sejuta pesona untuk dinikmati.

Menyelam pada kedalaman laut yang ada disini akan mengantarkan anda untuk menemui keragaman biota laut yang mungkin tidak akan pernah bisa anda temukan ditempat lain. Anda akan dipertemukan dengan berbagai biota laut seperti lumba-lumba, duyung dan keindahan terumbu karang yangmasih sangat alami.

Tuesday, 4 February 2014

Berwisata Menengok Pesona Keindahan Danau Kelimutu Atau Danau Tiga Warna Flores Nusa Tenggara Timur

backpacker-wisata.blogspot.com

Danau kelimutu adalah salah satudanau yang memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan danau-danau yang lain. Keunikan yang dimiliki oleh danau ini adalah air danau yang memiliki tiga warna yang berbeda. Karena itu tidak jarang pula jika danau Kelimutu ini juga dikenal atau biasa juga disebut sebagai danau tiga warna.

Danau kelimutu atau danau tiga warna ini sebenarnya adalah sebuah kawah dari gunung berapi yang bernama Gunung Kelimutu. Gunung tersebut tepatnya berada pada sebuah desa yang bernama Pemo, yang masuk dalam kecamatan Kelimutu kabupaten Ende Flores Nusa Tenggara Timur.

Nama Kelimutu sebenarnya merupakan gabungan dari dua kata yaitu “keli” yang bermakna gunung dan kata “mutu” yang bermakna mendidih. Penduduk lokal mempunyai kepercayaan bahwa warna dari air danau kelimutu yang berbeda-beda tersebut memiliki makna sendiri-sendiri dan menyimpan kekuatan yang sangat dahsyat.

Masyakat setempat menyebut danau dengan nama Tiwu, sehingga danau kelimutu atau danau tiga warna ini disebut sebagai tiwu kelimutu oleh warga masyarakat sekitarnya. Setiap warna air danau memiliki sebutan yang berbeda-beda, untuk danau yang memiliki warna air biru disebut “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”. Danau yang berwarna biru ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya arwah pemuda-pemudi yang telah mati. Untuk danau yang airnya berwarna merah biasa disebut dengan nama “Tiwu Ata Polo”. Danau yang ini dipercayai sebagai tempat berkumpulnya arwah orang-orang yang pada masa kehidupanya selalu berbuat kejahatan. Sedangkan untuk danau yang airnya berwarna putih biasa disebut dengan nama “Tiwu Ata Mbupu”. Danau yang ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya awah orang-orang tua yang telah meninggal dunia.

Luas dari danau Kelimutu tersebut adalah sekitar 1.051.000 meter persegi dengan kondisi volume air yang mencapai 1.292 juta meter kubik. Batas antar ketiga danau tersebut hanya dipisahkan oleh dinding batu yang sangat mudah longsor, dengan ketinggian sekitar 50 sampai 150 meter.

Pada awalnya daerah ini ditemukan oleh seorang warna Negara Belanda yang bernama Van Such Telen pada tahun 1915, dan daerah ini menjadi terkenal setelah seorang peneliti bernama Y. Bouman menuliskan dalam bukunya tentang keindahan danau Kelimutu atau danau tiga warna tersebut. Mulai saat itulah akhirnya mulai banyak wisatawan yang berkunjung ke danau ini untuk menikmati keindahan danau kelimutu atau danau tiga warna tersebut.

Warna dari ketiga air yang ada didanau kelimutu tersebut sering kali berubah-berubah. Hal tersebutlah yang selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan maupun peniliti yang datang ke danau ini. Danau ini berada dalam kawasan taman nasional kelimutu yang merupakan kawasan konservasi alam nasional yang telah diresmikan sejak tahun 1992. Karena itu disekitaran danau kita dapat menjumpai berbagai jennhis flora diantaranya Edelweiss, mara dan Kesambi. Sedangkan jenis fauna yang dapat kita temua didekat danau kelimutu atau danau tiga warna ini diantaranya ayam hutan, dan babi hutan.

Sunday, 2 February 2014

Berwisata Ke Gunung Inere Pulau Flores Nusa Tenggara Timur


backpacker-wisata.blogspot.com
Gunung Inere merupakan salah satu tujuan wisata yag ada di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur. Gunung ini masih aktif dan menurut catatan pernah meletus pada tahun 1882 dan pada tahun 1970. Gunung Inere yangada di pulau flores ini memiliki ketinggian tidak kurang dari 2.200 m dari permukaan laut.

Gunung Inere tepatnya berada di kota Bajawa yang merupakan ibukota dari kabupaten Ngada. Jika kita berhasil mendaki sampai ke puncak gunung maka kita dapat menyaksikan keindahan kota Bajawa. Kota Bajawa akan terlihat diselimuti oleh kabut tipis diatasnya sehingga akan terlihat sangat mirip dengan kota-kota yang ada di daerah Eropa.

Pada bagian selatan puncak gunung Inere tersebut para wisatawan dapat menyaksikan sebuah batu besar yang dipercayai masyarakat lokal sebagai jelmaan dari Jaramasi beserta kuda yang menjadi tungganganya. Masyarakat disekitar gunung Inere percaya bahwa Jaramasi adalah ksatria yang menjadi penjaga Gunung Inere. Jaramasi sendiri berasal dari dua kata yaitu “jara” yang memiliki arti kuda dan “masi” yang merupakan nama dari seorang laki-laki.

Bagian barat dari lereng gunung Inere masih berupa hutan yang lebat, sedangkan pada bagian selatan lereng gunung tersebut hutan yang ada telah dirubah menjadi perkebunan. Gunung Inere biasanya akan ramai didatangi para wisatawan yang akan mendaki gunung pada saat musim kemarau yaitu antara bulan Juni hingga pada bulan Agustus.

Jika kita ingin berwisata ke gunung Inere yanga da dipulau Flores ini maka dari Kupang yang merupakan Ibukota Nusa Tenggara Timur kita dapat menggunakan pesawat yang menuju ke Ende. Dari kota Ende perjalanan masih harus dialnjutkan lagi sejauh kurang lebih 61 km menuju kearah Bajawa. Jika para wisatawan telah sampai dikota Bajawa maka mereka harus menuju sebuah desa yang bernama Bena. Desa tersebut adalah desa terakhir yang ada di lereng Gunung Inere. Di desa ini juga tersedia losmen yang bisa digunakan menginap bagi wisatawan yang berkunjung ke gunung Inere.